Direktif Ketahanan Entitas Kritis (bahasa Inggris: Critical Entities Resilience Directive, disingkat CER), yang secara resmi tercatat sebagai Direktif (UE) 2022/2557, merupakan kerangka regulasi hukum Uni Eropa yang dirancang untuk menetapkan langkah-langkah strategis dalam memastikan ketahanan entitas esensial bagi kelanjutan fungsi sosial dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Regulasi ini tidak berdiri sendiri dalam lanskap legislasi keamanan Uni Eropa. CER hadir berdampingan dengan regulasi terkait seperti Direktif NIS2 (Direktif (UE) 2022/2555) yang berfokus pada keamanan siber, serta instrumen pelengkap seperti Direktif (UE) 2022/2556 yang menyesuaikan ketentuan sektor keuangan terhadap kerangka ketahanan operasional digital.
Matriks Regulasi Terkait Ketahanan Uni Eropa
| Nama Instrumen Hukum | Nomor Resmi | Fokus Utama / Sektor |
|---|---|---|
| Direktif Ketahanan Entitas Kritis (CER) | Direktif (UE) 2022/2557 | Ketahanan fisik dan operasional entitas kritis lintas batas dan sektoral. |
| Direktif NIS2 | Direktif (UE) 2022/2555 | Pencapaian tingkat keamanan siber bersama yang tinggi di seluruh Uni Eropa. |
| Regulasi Ketahanan Operasional Digital | Direktif (UE) 2022/2556 | Penyesuaian instrumen direktif sektor keuangan terkait ketahanan operasional. |
Cakupan dan Implementasi
Penerapan Direktif Ketahanan Entitas Kritis menuntut negara-negara anggota Uni Eropa untuk mengidentifikasi entitas kritis di berbagai sektor pentingβseperti energi, transportasi, perbankan, infrastruktur pasar keuangan, kesehatan, air minum, air limbah, infrastruktur digital, administrasi publik, dan pangan. Setiap entitas yang dikategorikan sebagai kritis diwajibkan melakukan penilaian risiko secara berkala, mengambil langkah-langkah teknis dan organisasional yang memadai, serta melaporkan insiden signifikan kepada otoritas berwenang nasional.
Melalui pendekatan terpadu antara keamanan fisik (melalui CER) dan keamanan siber (melalui NIS2), Uni Eropa berupaya meminimalkan kerentanan infrastruktur terhadap berbagai bentuk ancaman modern, termasuk sabotase fisik, bencana alam, krisis kesehatan publik, dan gangguan hibrida.