Struktur folder root pada hosting adalah direktori utama tempat seluruh file dan direktori website Anda disimpan agar dapat diakses secara publik melalui internet. Pemahaman mengenai direktori ini sangat krusial, terutama ketika Anda mengunggah file sistem manajemen konten (CMS), melakukan migrasi domain, atau mendeploy aplikasi berbasis framework seperti Laravel dan CodeIgniter melalui panel kontrol seperti Hostinger hPanel maupun cPanel.
Secara umum, direktori paling vital di dalam root hosting adalah folder public_html (atau terkadang disebut www). Semua file yang berada di dalam folder inilah yang akan dirender ketika pengunjung mengetikkan nama domain Anda di peramban web. Penataan direktori yang tidak sesuai dapat menyebabkan error seperti 403 Forbidden atau Index of.
Komponen Utama dalam Folder Root Hosting
Berikut adalah rincian direktori dan file standar yang umumnya ditemukan saat Anda mengakses root hosting:
| Nama Direktori/File | Fungsi Utama | Catatan Teknis |
|---|---|---|
public_html/ |
Direktori publik utama tempat file web dapat diakses langsung oleh domain. | Letakkan file index.php, aset gambar, CSS, dan folder sistem utama di sini untuk website standar. |
wp-admin/ & wp-includes/ |
Folder inti sistem WordPress. | Hanya muncul jika Anda menginstal WordPress di direktori tersebut. |
wp-content/ |
Penyimpanan tema, plugin, dan unggahan media WordPress. | Sangat penting saat melakukan migrasi domain WordPress atau melakukan backup manual. |
.htaccess |
File konfigurasi server Apache untuk pengaturan URL rewrite, redirect, dan keamanan. | File tersembunyi (hidden file). Pastikan opsi 'Show Hidden Files' aktif di File Manager Anda. |
Penerapan Struktur Folder untuk Framework Modern
Beberapa framework PHP modern seperti Laravel memiliki struktur folder tersendiri di mana file publiknya dipisah dari folder inti keamanan aplikasi. Sebagai contoh, ketika melakukan deploy Laravel di lingkungan hosting seperti Hostinger, Anda perlu mengarahkan dokumen root (document root) domain Anda ke folder public di dalam proyek Laravel, atau memindahkan isi folder public Laravel ke dalam direktori public_html hosting dengan menyesuaikan konfigurasi jalur file pada berkas index.php.
Begitu pula pada pengembangan menggunakan CodeIgniter, penempatan file sistem di luar folder public_html atau menyesuaikan folder application dan system sangat dianjurkan untuk menjaga keamanan data dari akses publik yang tidak diinginkan.
Langkah Pengelolaan File Melalui File Manager
Untuk mengelola struktur folder root hosting secara efisien, ikuti langkah teknis berikut:
- Login ke panel kontrol hosting Anda (misalnya hPanel Hostinger atau cPanel).
- Buka menu File Manager atau File File.
- Akses direktori
domains/namadomainanda.com/public_htmlatau langsung kepublic_htmlutama. - Gunakan fitur Upload untuk mengunggah arsip (.zip) file website Anda, lalu lakukan Extract langsung di dalam folder tujuan untuk menghemat waktu.
- Pastikan izin akses (file permission) diatur dengan benar, umumnya 755 untuk folder dan 644 untuk file.
Dengan memahami letak serta fungsi setiap direktori di root hosting, Anda dapat menghindari kesalahan fatal saat memperbarui sistem website, mengganti domain, maupun melakukan pemindahan data antar server.