Metode Menyimpan Output phpinfo()
Untuk menyimpan hasil phpinfo() di sistem operasi Windows, Anda dapat menggunakan dua pendekatan utama: melalui antarmuka baris perintah (Command Prompt/PowerShell) atau melalui browser web. Menyimpan output ini sangat krusial untuk keperluan audit konfigurasi server, debugging modul PHP, atau dokumentasi lingkungan pengembangan.
1. Menggunakan Command Line (CLI)
Ini adalah cara tercepat dan paling presisi untuk mendapatkan data konfigurasi PHP tanpa harus menjalankan server web. Buka Command Prompt (cmd) atau PowerShell, lalu arahkan ke direktori tempat file php.exe Anda berada.
php -i > phpinfo.htmlPerintah di atas akan mengeksekusi PHP dengan flag -i (informasi) dan mengalihkan outputnya ke file bernama phpinfo.html di direktori kerja Anda saat ini.
2. Menggunakan Browser Web
Jika Anda menjalankan server lokal seperti XAMPP, WAMP, atau Laragon, Anda dapat membuat file PHP sederhana untuk menampilkan informasi tersebut, lalu menyimpannya secara manual.
- Buat file baru bernama
info.phpdi folderhtdocsatauwwwAnda. - Masukkan kode berikut:
<?php phpinfo(); ?> - Akses file tersebut melalui browser (misalnya:
http://localhost/info.php). - Tekan
Ctrl + Spada keyboard Anda untuk menyimpan halaman tersebut sebagai file HTML.
| Metode | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Command Line | Cepat, tidak butuh server | Output berupa teks mentah |
| Browser | Format HTML rapi | Membutuhkan server aktif |
| Output Buffer | Bisa di-scripting | Butuh penulisan kode tambahan |
Tips Troubleshooting
Jika Anda mendapatkan pesan error 'php is not recognized', pastikan path PHP telah ditambahkan ke dalam Environment Variables Windows. Jika Anda ingin menyimpan output dalam format teks murni, cukup ganti ekstensi file menjadi .txt pada perintah CLI di atas.