HTTPS banyak digunakan di Internet untuk mengamankan pertukaran data antara peramban web dan server. Dalam HTTPS, protokol komunikasi dienkripsi menggunakan Transport Layer Security (TLS) atau, sebelumnya, Secure Sockets Layer (SSL).
Mengenal Transport Layer Security (TLS) dan SSL
Transport Layer Security (TLS) dan pendahulunya yang sudah usang, Secure Sockets Layer (SSL), adalah protokol kriptografi yang dirancang untuk memberikan keamanan komunikasi melalui jaringan komputer. TLS menjadi standar modern yang menggantikan posisi SSL yang kini sudah tidak lagi aman dan dianggap usang oleh industri teknologi.
Penerapan TLS pada Standar Web Modern
Protokol Transfer Hiperteks (HTTP) versi modern seperti HTTP/2 dan HTTP/3 diterbitkan untuk meningkatkan performa pengiriman data "di atas wire". HTTP/2 dan HTTP/3 sekarang didukung oleh hampir semua peramban web dan server web utama melalui implementasi Transport Layer Security (TLS) guna memastikan kerahasiaan dan integritas data pengguna.
Tabel Komparasi Protokol Keamanan Web
| Komponen | Deskripsi & Fungsi |
|---|---|
| HTTPS | Protokol aplikasi untuk transfer data aman di web yang mengenkripsi seluruh isi lalu lintas jaringan. |
| TLS | Protokol kriptografi lapisan transport modern yang mengenkripsi koneksi di balik HTTPS. |
| SSL | Pendahulu TLS yang kini sudah usang dan dinonaktifkan karena kerentanan keamanannya. |
FAQ Seputar HTTPS dan TLS
Apakah SSL masih digunakan?
Tidak, SSL sudah sepenuhnya usang dan digantikan oleh TLS demi alasan keamanan yang lebih tangguh.
Apa fungsi utama TLS dalam HTTPS?
TLS berfungsi untuk mengenkripsi data yang dikirimkan antara klien (peramban) dan server agar tidak dapat disadap oleh pihak ketiga.