Pendekatan One Health di Indonesia: Regulasi & Implementasi

Pendekatan One Health di Indonesia merupakan kerangka kerja kolaboratif lintas sektor yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan (domestik dan liar), serta kesehatan lingkungan. Kerangka ini dikoordinasikan secara nasional untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman penyakit zoonosis, resistensi antimikroba (AMR), serta krisis kesehatan global lainnya secara efektif dan efisien.

Implementasi di Indonesia melibatkan koordinasi erat antar kementerian utama seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta didukung oleh lembaga riset, akademisi, dan mitra internasional seperti FAO, WHO, dan USAID. Pendekatan ini sangat krusial mengingat tingginya kerentanan wilayah tropis Indonesia terhadap kemunculan penyakit infeksi baru (emerging infectious diseases).

Landasan Regulasi dan Kelembagaan One Health di Indonesia

Penerapan One Health di Indonesia tidak lagi bersifat sektoral murni, melainkan diperkuat melalui payung hukum dan kelembagaan lintas kementerian. Koordinasi tingkat tinggi diatur melalui regulasi nasional untuk memastikan kesiapsiagaan darurat kesehatan masyarakat yang berfokus pada titik temu antara manusia, hewan, dan ekosistem.

Sektor TerlibatKementerian/Lembaga TerkaitPeran Utama dalam One Health
Kesehatan ManusiaKementerian KesehatanSurveilans penyakit pada manusia, layanan klinis, pencegahan penularan di masyarakat, dan laboratorium rujukan nasional.
Kesehatan HewanKementerian Pertanian (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan)Pengendalian penyakit pada hewan ternak, vaksinasi hewan, biosekuriti peternakan, dan penanganan zoonosis pada hewan.
Lingkungan & Satwa LiarKementerian Lingkungan Hidup dan KehutananKonservasi satwa liar, pemantauan kesehatan ekosistem hutan, pengelolaan limbah, dan mitigasi perubahan iklim.
Koordinasi & KebijakanKementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan KebudayaanSinkronisasi kebijakan lintas sektor, penanggulangan wabah nasional, dan penganggaran strategis.

Fokus Utama Implementasi One Health

Program kerja One Health di Indonesia dikonsentrasikan pada beberapa isu prioritas strategis yang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas kesehatan nasional dan ekonomi:

  • Pengendalian Penyakit Zoonosis Prioritas: Fokus pada penyakit seperti Avian Influenza (Flu Burung), Rabies, Antraks, Leptospirosis, dan Brucellosis yang dapat berpindah dari hewan ke manusia.
  • Resistensi Antimikroba (AMR): Pengawasan penggunaan antibiotik yang bijak tidak hanya pada manusia tetapi juga pada sektor peternakan dan perikanan untuk mencegah resistensi obat global.
  • Keamanan Pangan (Food Safety): Memastikan rantai pasok pangan dari hulu (peternakan/pertanian) hingga hilir bebas dari kontaminasi biologis dan kimiawi.
  • Kesiapsiagaan Pandemi (Pandemic Preparedness): Membangun sistem peringatan dini (early warning system) berbasis data lingkungan dan populasi hewan liar untuk mengantisipasi penyakit menular baru (Disease X).

Tantangan dan Solusi di Lapangan

Meskipun kerangka konseptual telah mapan, implementasi One Health di tingkat daerah masih menghadapi sejumlah tantangan struktural dan teknis:

1. Kesenjangan Kapasitas Antar Sektor di Daerah: Seringkali dinas kesehatan kabupaten/kota memiliki prioritas program yang berbeda dengan dinas yang membidangi fungsi peternakan atau kehutanan. Solusinya adalah penguatan regulasi turunan di tingkat gubernur dan bupati/walikota serta pembentukan forum koordinasi tingkat lokal.

2. Keterpaduan Data: Integrasi sistem pelaporan antara sistem surveilans kesehatan manusia (SDR) dan kesehatan hewan (iSIKHNAS) masih dalam tahap pengembangan menuju satu dasbor terpadu nasional.

3. Pembiayaan Berkelanjutan: Ketergantungan pada pendanaan donor internasional perlu diimbangi dengan alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta daerah (APBD) yang konsisten untuk program preventif.