File .htaccess pada WordPress terletak di direktori akar (root directory) instalasi WordPress Anda, yang biasanya bernama public_html, www, atau langsung di dalam folder nama domain utama Anda. File konfigurasi berbasis Apache ini memegang kendali penting atas pengaturan URL (permalinks), pengalihan (redirects), dan keamanan tingkat server situs web Anda.
Karena diawali dengan titik (.), sistem operasi secara default sering kali menyembunyikan file ini. Jika Anda mengakses server menggunakan File Transfer Protocol (FTP), Secure Shell (SSH), atau File Manager di panel hosting seperti cPanel dan DirectAdmin, Anda harus mengaktifkan opsi "Show Hidden Files" (Tampilkan File Tersembunyi).
Panduan Lokasi Berdasarkan Panel & Akses
Bergantung pada cara Anda mengakses server hosting, berikut adalah rincian letak spesifik dan cara memunculkan file .htaccess:
| Metode Akses | Lokasi Direktori Utama | Cara Menampilkan File Tersembunyi |
|---|---|---|
| cPanel File Manager | /public_html/ (atau /public_html/namadomain.com/) | Klik tombol "Settings" di sudut kanan atas, centang "Show Hidden Files (dotfiles)", lalu Save. |
| FTP Client (FileZilla) | Root folder WordPress (sejajar dengan wp-admin & wp-content) | Pilih menu Server di bagian atas -> centang "Force showing hidden files". |
| SSH (Command Line) | /var/www/html/ atau jalur kustom webroot | Gunakan perintah terminal dengan flag khusus, contoh: ls -la |
Struktur Folder Server WordPress
Untuk memastikan Anda berada di lokasi yang tepat, file .htaccess selalu berada di dalam folder yang sama dengan folder inti WordPress lainnya. Berikut adalah gambaran struktur direktori root yang benar:
public_html/
├── wp-admin/
├── wp-content/
├── wp-includes/
├── .htaccess <-- Letak file .htaccess yang dicari
├── index.php
├── wp-config.php
└── xmlrpc.php
Bagaimana Jika File .htaccess Tidak Ditemukan?
Jika Anda sudah mengaktifkan opsi tampilan file tersembunyi namun file .htaccess tetap tidak ada, ini adalah hal yang normal. Kondisi ini biasanya terjadi pada situs WordPress baru atau setelah pengaturan ulang permalink.
Anda dapat membuatnya dengan mudah melalui dashboard administrator WordPress:
- Login ke dashboard WordPress Anda.
- Buka menu Pengaturan (Settings) lalu pilih Permalink (Permalinks).
- Tanpa mengubah apa pun, langsung gulir ke bawah dan klik tombol Simpan Perubahan (Save Changes).
- WordPress akan secara otomatis menghasilkan file
.htaccessbaru di direktori root server Anda.
Contoh Kode Default .htaccess untuk WordPress
Jika file Anda kosong atau mengalami kerusakan struktur yang menyebabkan error 500, berikut adalah kode standar standar dari WordPress yang bisa Anda tempelkan di dalam file .htaccess:
# BEGIN WordPress
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>
# END WordPress
Tips Keamanan dan Troubleshooting Lapangan
Sebelum melakukan perubahan apa pun pada file .htaccess, selalu buat salinan cadangan (backup) untuk mencegah kesalahan sintaks yang dapat membuat situs Anda tidak bisa diakses (White Screen of Death atau Error 500). Pastikan editor teks yang Anda gunakan menggunakan format pengkodean UTF-8 tanpa BOM (Byte Order Mark) agar server dapat membaca sintaks Apache dengan sempurna.