Generic Mapping Tools (GMT) adalah koleksi perangkat lunak sumber terbuka (open-source) yang digunakan oleh para ilmuwan geosains untuk memproses dan merender data kartografi serta geospasial, mulai dari pembuatan peta kontur sederhana hingga analisis spasial 2D dan 3D yang kompleks. GMT beroperasi melalui antarmuka baris perintah (command line interface) dengan memanfaatkan skrip bash, sehingga sangat handal untuk otomatisasi pembuatan peta berkualitas publikasi ilmiah.
Panduan praktis ini membahas langkah awal penggunaan GMT versi modern (GMT 6), mulai dari persiapan lingkungan kerja, struktur dasar perintah pencetakan peta, hingga contoh pembuatan peta wilayah menggunakan modul inti seperti gmt coast dan gmt grdimage.
Persiapan dan Instalasi GMT 6
Sebelum menjalankan perintah GMT, pastikan perangkat lunak telah terinstal di sistem operasi Anda. Pada sistem berbasis Linux (Ubuntu/Debian), instalasi dapat dilakukan langsung melalui manajer paket bawaan atau dengan mengompilasi dari sumber resminya.
| Sistem Operasi | Perintah Instalasi / Sumber Resmi | Keterangan Tambahan |
|---|---|---|
| Ubuntu / Debian | sudo apt-get install gmt gmt-gshhg gmt-dcw |
Membutuhkan repositori universe aktif; menyertakan data garis pantai dasar. |
| macOS | brew install gmt |
Menggunakan manajer paket Homebrew. |
| Windows | Unduh installer resmi via generic-mapping-tools.org | Direkomendasikan menggunakan WSL2 (Windows Subsystem for Linux) untuk kestabilan skrip. |
Struktur Dasar Perintah GMT
GMT 6 menggunakan sintaks modern di mana setiap perintah diawali dengan kata kunci gmt diikuti oleh nama modulnya. Alur kerja standar melibatkan inisialisasi sesi PostScript, pemanggilan modul plotting, dan penutupan sesi.
Berikut adalah contoh kode skrip Bash sederhana untuk membuat peta wilayah Indonesia dan menyimpannya dalam format PDF:
#!/bin/bash
# Nama skrip: peta_indonesia.sh
# 1. Mulai sesi GMT dan tentukan wilayah serta proyeksi
gmt begin peta_indonesia pdf
# 2. Plot garis pantai dengan warna daratan abu-abu terang dan lautan biru muda
# -R menentukan batas koordinat (Bujur Barat/Timur, Lintang Selatan/Utara)
# -Jm menentukan proyeksi Mercator dengan lebar 15 cm
# -G mengisi daratan, -S mengisi air/lautan
gmt coast -R95/141/-11/6 -Jm15c -G220 -S150/200/255 -W0.5p
# 3. Tambahkan grid koordinat dan bingkai peta
gmt basemap -Baf -B+t"Peta Wilayah Indonesia"
gmt end show
Langkah-Langkah Menjalankan Skrip
- Buka terminal atau command prompt di direktori tempat Anda ingin menyimpan file kerja.
- Buat file teks baru menggunakan teks editor (misalnya
nano peta_indonesia.sh) dan tempel kode di atas. - Berikan izin eksekusi pada file skrip dengan perintah terminal:
chmod +x peta_indonesia.sh. - Jalankan skrip dengan mengetikkan:
./peta_indonesia.sh. - File output berupa
peta_indonesia.pdfakan otomatis terbentuk dan terbuka di penampil PDF default sistem Anda.
Modul Utama dalam GMT
Untuk eksplorasi lanjutan, Anda perlu memahami fungsi dari modul-modul esensial yang sering digunakan dalam pengolahan data geospasial:
| Nama Modul | Fungsi Utama | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|
gmt coast |
Menggambar garis pantai, perbatasan negara, dan pewarnaan daratan/lautan. | gmt coast -R0/360/-90/90 -JN15c -W0.25p |
gmt grdimage |
Memvisualisasikan data grid raster (seperti DEM atau data elevasi topografi). | gmt grdimage @earth_relief_30m -JH0/15c |
gmt plot |
Memplot data vektor 2D berupa titik, garis, atau poligon dari file tabel (ASCII/CSV). | gmt plot titik_lokasi.csv -Sc0.2c -Gred |
gmt contour |
Membuat garis kontur dari data grid raster. | gmt contour grid_data.nc -C100 -A500 |
Tips Troubleshooting Lapangan
Kesalahan umum saat pertama kali menggunakan GMT biasanya berkaitan dengan manajemen memori, jalur direktori file data eksternal, atau kesalahan penulisan argumen flag. Pastikan selalu memeriksa pesan galat (error message) di terminal karena GMT memberikan informasi baris kode yang spesifik ketika terjadi kegagalan eksekusi. Gunakan opsi server data jarak jauh (remote datasets) dengan awalan karakter @ seperti @earth_relief agar GMT mengunduh data geospasial standar secara otomatis tanpa perlu menyiapkan file NetCDF manual.