Format file web .shtml (Server Side Includes HTML) adalah ekstensi file halaman web yang mirip dengan HTML biasa, tetapi memuat instruksi tambahan berupa perintah Server Side Includes (SSI). Perintah ini diproses oleh server web sebelum halaman dikirimkan ke peramban pengguna, memungkinkan penyisipan konten modular seperti header, footer, atau tanggal dinamis secara otomatis ke dalam beberapa halaman web sekaligus.
Dalam penerapannya di dunia web modern, ekstensi .shtml sering ditemukan pada tautan arsip situs berita, direktori direktori direktori lama, atau rujukan URL spesifik. Sebagai contoh, merujuk pada beberapa publikasi dan direktori digital, struktur URL yang menggunakan format ini tampak pada contoh direktori seperti antimusic.com/news/2000/nov/item5.shtml atau tautan biodiversity facts lituania pada cbd.int/profile/default.shtml?country=lt#facts.
Karakteristik Utama Format SHTML
Meskipun secara visual di peramban terlihat seperti halaman HTML pada umumnya, pemrosesan di sisi server (server-side) memberikan fungsionalitas unik bagi pengembang web sebelum era sistem manajemen konten (CMS) modern seperti WordPress mendominasi.
| Fitur / Aspek | Deskripsi Teknis SHTML |
|---|---|
| Kepanjangan | Server Side Includes HTML |
| Pemrosesan | Dieksekusi oleh server web (misal: Apache, Nginx) sebelum dikirim ke klien |
| Fungsi Utama | Menyisipkan file modular (header, footer, navigasi) tanpa database berat |
| Contoh Perintah SSI | <!--#include virtual="/header.html" --> |
| Penggunaan URL | Sering dijumpai pada situs arsip lama, portal berita era 2000-an, atau parameter kueri tertentu |
Relevansi Penggunaan di Era Modern
Saat ini, penggunaan file dengan ekstensi .shtml sudah mulai ditinggalkan dan digantikan oleh bahasa pemrograman dinamis seperti PHP, Python, Node.js, atau platform CMS berbasis database. Kendati demikian, banyak situs web lama atau sistem arsip digital yang tetap mempertahankan struktur URL berakhiran .shtml demi menjaga integritas tautan (backlink) agar tidak rusak (broken link).
Bagi pengembang atau pengelola situs web, memahami struktur URL berformat SSI ini penting ketika melakukan migrasi situs, analisis file log server, ataupun penanganan pengalihan tautan (URL redirection) menggunakan aturan seperti mod_rewrite pada server Apache.