Ekstensi File Standar Node.js
Ekstensi file yang digunakan untuk kode Node.js adalah .js. Sebagai lingkungan runtime yang berbasis pada mesin JavaScript V8, Node.js menggunakan format file yang sama dengan standar JavaScript pada umumnya. Kode yang ditulis dalam file berekstensi .js akan diproses oleh interpreter Node.js untuk menjalankan logika aplikasi di sisi server.
Mengapa Menggunakan .js?
Penggunaan ekstensi .js merupakan konvensi universal dalam pengembangan perangkat lunak berbasis JavaScript. Saat Anda membuat aplikasi menggunakan Node.js, setiap modul atau skrip yang Anda tulis harus disimpan dengan akhiran .js agar sistem operasi dan editor kode seperti Visual Studio Code dapat mengenali sintaksisnya dengan benar dan memberikan dukungan fitur seperti syntax highlighting serta IntelliSense.
| Karakteristik | Keterangan |
|---|---|
| Ekstensi Utama | .js |
| Bahasa Pemrograman | JavaScript |
| Runtime | Node.js |
| Editor Rekomendasi | Visual Studio Code |
Implementasi dalam Proyek
Untuk menjalankan file tersebut, Anda memerlukan lingkungan Node.js yang terinstal di sistem Anda. Berikut adalah langkah dasar untuk mengeksekusi file .js melalui terminal atau command prompt:
node nama_file.jsPastikan Anda telah menavigasi direktori tempat file tersebut disimpan sebelum menjalankan perintah di atas. Jika Anda menggunakan alat bantu seperti Termux di perangkat mobile atau Visual Studio Code di desktop, pastikan environment Node.js sudah terkonfigurasi dengan benar agar perintah node dapat dikenali oleh sistem.
Catatan Teknis Terkait Modul
Selain .js, dalam ekosistem Node.js modern, Anda mungkin akan menemui ekstensi .mjs. Ekstensi ini digunakan secara spesifik untuk menandai file sebagai ECMAScript Module (ESM), yang memungkinkan penggunaan sintaks import dan export secara native tanpa perlu konfigurasi tambahan pada package.json. Namun, untuk penggunaan standar dan kompatibilitas luas, .js tetap menjadi pilihan utama.