Definisi Model Relasional Edgar F. Codd
Model relasional adalah sebuah pendekatan manajemen basis data yang diperkenalkan oleh Edgar F. "Ted" Codd pada tahun 1970 melalui makalah ilmiahnya yang berjudul "A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks". Inovasi ini mengubah paradigma penyimpanan data dari struktur hierarkis atau jaringan yang kaku menjadi struktur berbasis tabel (relasi) yang fleksibel, yang kemudian menjadi dasar bagi sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) yang digunakan secara luas hingga saat ini.
Pilar Utama Model Relasional
Inti dari model ini adalah penggunaan tabel dua dimensi yang terdiri dari baris (tuple) dan kolom (atribut). Codd merancang model ini untuk memisahkan representasi data logis dari penyimpanan fisik, sehingga pengguna dapat mengakses data tanpa perlu mengetahui bagaimana data tersebut disimpan secara fisik di media penyimpanan.
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Relasi | Tabel yang berisi data dalam baris dan kolom. |
| Tuple | Baris tunggal dalam sebuah tabel yang mewakili satu entitas. |
| Atribut | Kolom dalam tabel yang mendefinisikan properti data. |
| Domain | Kumpulan nilai yang diizinkan untuk satu atau lebih atribut. |
12 Hukum Codd (Codd's Rules)
Untuk memastikan sebuah sistem manajemen basis data benar-benar memenuhi kriteria sebagai sistem relasional, Edgar F. Codd merumuskan 12 aturan (sering disebut 12 Hukum Codd). Aturan-aturan ini berfungsi sebagai standar emas dalam industri basis data untuk mengukur tingkat kerelasionalan suatu perangkat lunak.
Daftar Ringkas Aturan Codd
- Aturan 0: Sistem harus mampu mengelola basis data melalui kemampuan relasionalnya.
- Aturan 1 (Informasi): Semua informasi harus direpresentasikan sebagai nilai dalam tabel.
- Aturan 2 (Akses Terjamin): Setiap data harus dapat diakses secara logis menggunakan kombinasi nama tabel, nilai kunci primer, dan nama kolom.
- Aturan 3 (Perlakuan Null): Sistem harus mendukung nilai null untuk merepresentasikan data yang hilang atau tidak relevan.
- Aturan 4 (Katalog Dinamis): Deskripsi basis data harus disimpan pada tingkat logis yang sama dengan data biasa.
- Aturan 5 (Bahasa Komprehensif): Sistem harus mendukung setidaknya satu bahasa yang mendukung definisi data, manipulasi data, integritas, dan transaksi.
- Aturan 6 (Pembaruan View): Semua view yang secara teoritis dapat diperbarui harus dapat diperbarui oleh sistem.
- Aturan 7 (Insert/Update/Delete): Sistem harus mendukung operasi manipulasi data pada tingkat set (bukan hanya satu baris).
- Aturan 8 (Independensi Fisik): Perubahan pada penyimpanan fisik tidak boleh memengaruhi aplikasi.
- Aturan 9 (Independensi Logis): Perubahan pada struktur tabel tidak boleh memengaruhi aplikasi.
- Aturan 10 (Independensi Integritas): Aturan integritas harus didefinisikan dalam bahasa basis data, bukan di aplikasi.
- Aturan 11 (Independensi Distribusi): Aplikasi tidak boleh terpengaruh oleh lokasi fisik data.
- Aturan 12 (Aturan Non-Subversi): Jika sistem memiliki antarmuka tingkat rendah, antarmuka tersebut tidak boleh digunakan untuk melanggar aturan integritas.
Dampak Terhadap Industri
Penemuan Codd menjadi fondasi bagi pengembangan bahasa SQL (Structured Query Language) dan berbagai sistem manajemen basis data komersial seperti Oracle, IBM DB2, dan Microsoft SQL Server. Dengan menerapkan model relasional, organisasi dapat mengelola data dalam skala besar dengan tingkat konsistensi dan integritas yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode sebelumnya.