Doa Setelah Sholat Dhuha Arab, Latin, Arti & Keutamaannya

Sholat Dhuha adalah sholat sunnah muakkadah yang dikerjakan pada pagi hari ketika matahari mulai naik hingga menjelang dzuhur. Selepas menunaikan sholat Dhuha, dianjurkan untuk membaca doa khusus yang berisi permohonan ampunan, limpahan rezeki, penjagaan rahmat, serta perlindungan kekuatan dari Allah SWT.

Berikut adalah bacaan doa setelah sholat Dhuha yang sahih dan bersumber dari riwayat para ulama:

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha (Arab, Latin, dan Terjemahan)

Teks Arab:

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Latin:

Allaahumma innadh-duha'a duha'uka, wal-baha'a baha'uka, wal-jamala jamaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-'ismata 'ismatuka. Allaahumma in kana rizqi fis-sama'i fa anzilhu, wa in kana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kana mu'siran fa yassirhu, wa in kana haraman fa tahhirhu, wa in kana ba'idan fa qarribhu, bi haqqi duha'ika wa baha'ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, atini ma ataita 'ibadakas-salihin.

Terjemahan:

"Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika reaksiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika sukar, maka mudahkanlah; jika haram, maka sucikanlah; jika jauh, maka dekatkanlah. Berkat hak dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

Tabel Waktu, Jumlah Rakaat, dan Ketentuan Sholat Dhuha

Komponen Ketentuan Syariat
Waktu Utama Mulai dari matahari naik setinggi galah (sekitar pukul 07.00 pagi) hingga menjelang dzuhur (sebelum matahari tergelincir).
Jumlah Rakaat Minimal 2 rakaat, umumnya 4 atau 8 rakaat, dan maksimal 12 rakaat (dikerjakan setiap 2 rakaat satu salam).
Bacaan Surat Pendek Rakaat pertama dianjurkan membaca Surat Asy-Syams atau Al-Kafirun, rakaat kedua membaca Surat Adh-Dhuha atau Al-Ikhlas.

Keutamaan Melaksanakan Sholat Dhuha

Melaksanakan sholat Dhuha secara istiqomah mendatangkan berbagai keutamaan bagi kehidupan seorang Muslim, di antaranya:

  • Mencukupkan Kecukupan Rezeki: Allah menjamin kecukupan hamba-Nya di akhir siang bagi yang memulai harinya dengan sholat Dhuha.
  • Pengganti Sedekah Sendi Tubuh: Setiap ruas tulang manusia memiliki kewajiban sedekah, dan dua rakaat Dhuha dapat mencukupkan hal tersebut.
  • Dibangunkan Rumah di Surga: Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Majah, orang yang konsisten mengerjakan sholat Dhuha 12 rakaat akan dibangunkan istana khusus di surga.
  • Meraih Pahala Umroh dan Haji: Dalam hadis Tirmidzi disebutkan bahwa sholat sunnah yang dikerjakan setelah sholat Subuh berjamaah dilanjutkan Dhuha bernilai pahala setara haji dan umroh yang sempurna.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Dhuha

  1. Mendirikan niat sholat Dhuha di dalam hati (boleh dilafalkan: Ushalli sunnatadh-dhuha rak'ataini lillahi ta'ala).
  2. Takbiratul ihram diikuti membaca doa Iftitah.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah dilanjutkan surat pendek pilihan.
  4. Rukuk, iktidal, dan sujud dua kali seperti sholat fardhu pada umumnya.
  5. Mengerjakan rakaat kedua dengan tata cara yang sama.
  6. Melakukan tasyahud akhir dan salam pada rakaat kedua.
  7. Dilanjutkan dengan membaca doa setelah sholat Dhuha dan dzikir penutup.