Cara Upload Database MySQL di cPanel Serta Pengaturan Terkait

Mengunggah (impor) database MySQL melalui cPanel merupakan langkah esensial saat Anda ingin memindahkan situs web, merestorasi cadangan (backup), atau memasang aplikasi berbasis web baru. Proses ini umumnya dilakukan menggunakan fitur phpMyAdmin atau Backup yang tersedia di dalam panel kontrol hosting Anda.

Sebelum melakukan proses unggah, pastikan berkas database Anda memiliki format yang didukung, seperti .sql atau .sql.gz. Jika ukuran berkas database Anda cukup besar, penyesuaian konfigurasi pada server hosting mungkin diperlukan agar proses impor tidak mengalami kegagalan akibat batasan memori atau waktu eksekusi.

Langkah-Langkah Mengunggah Database MySQL via phpMyAdmin

  1. Login ke akun cPanel hosting Anda menggunakan kredensial yang diberikan penyedia layanan.
  2. Gulir ke bawah hingga menemukan bagian Databases, kemudian pilih menu phpMyAdmin.
  3. Pada antarmuka phpMyAdmin, pilih nama database tujuan yang sudah Anda buat sebelumnya melalui menu MySQL Databases pada panel kiri layar.
  4. Klik tab Import yang berada di bagian atas menu navigasi utama.
  5. Pada bagian File to import, klik tombol Choose File dan cari berkas database berformat .sql dari perangkat komputer Anda.
  6. Biarkan pengaturan lainnya pada nilai default, lalu klik tombol Go di bagian bawah halaman untuk memulai proses unggah dan eksekusi skrip SQL.

Tabel Referensi Pengelolaan Database di cPanel

Fitur cPanelFungsi UtamaFormat Berkas
MySQL DatabasesMembuat dan menghapus database serta manajemen pengguna (user).-
phpMyAdminMengelola tabel, isi data, struktur, serta melakukan impor/ekspor database..sql, .sql.gz, .csv
Backup Wizard / BackupMencadangkan dan memulihkan seluruh akun cPanel atau database secara spesifik..tar.gz, .sql.gz

Pengaturan Pendukung dan Batasan Unggah

Dalam beberapa kasus pengelolaan web, Anda mungkin menghadapi kendala seperti ukuran berkas database yang melebihi batas maksimal unggah bawaan server. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat memeriksa pengaturan limitasi pada server atau menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti klien MySQL eksternal jika didukung oleh penyedia layanan hosting Anda.

Pastikan juga untuk menyesuaikan konfigurasi koneksi database pada berkas konfigurasi aplikasi Anda (seperti wp-config.php untuk WordPress) agar nama database, nama pengguna, dan kata sandi yang baru sudah sinkron dengan pengaturan di cPanel.

Troubleshooting Kendala Impor Database

Jika proses unggah database terhenti di tengah jalan atau memunculkan pesan galat (error), perhatikan beberapa poin perbaikan berikut:

  • Error 504 Gateway Time-out: Biasanya terjadi karena proses eksekusi terlalu lama. Solusinya adalah memecah berkas SQL menjadi ukuran yang lebih kecil sebelum diimpor kembali.
  • Max Execution Time Exceeded: Batas waktu skrip habis. Anda dapat meminta dukungan penyedia hosting untuk menaikkan nilai max_execution_time pada konfigurasi PHP.
  • Database Table Already Exists: Hapus terlebih dahulu tabel yang ada di dalam database tujuan atau centang opsi drop table jika tersedia pada pengaturan impor phpMyAdmin.