Cara setting Redirection plugin di WordPress dimulai dengan memasang plugin buatan John Godley melalui menu Plugins > Add New, lalu mengaktifkannya di bawah menu Tools > Redirection. Plugin ini wajib dikonfigurasi dengan benar untuk mengarahkan URL lama ke URL baru menggunakan status HTTP 301 (Permanent Redirect), sehingga otoritas SEO dan peringkat halaman tetap aman di mesin pencari.
Redirection adalah plugin manajemen pengalihan URL paling populer untuk WordPress. Fungsi utamanya mencakup pembuatan aturan pengalihan manual, pemantauan error 404 (halaman tidak ditemukan) secara otomatis, serta pencatatan log setiap kali terjadi pengalihan pengunjung.
Langkah Instalasi dan Setup Awal Redirection Plugin
Sebelum membuat aturan pengalihan, pastikan plugin sudah terpasang dan melewati tahap penyiapan awal yang direkomendasikan sistem.
- Masuk ke dashboard admin WordPress Anda.
- Arahkan kursor ke menu Plugins lalu klik Add New.
- Ketikkan "Redirection" pada kolom pencarian di pojok kanan atas.
- Klik Install Now pada plugin dengan author John Godley, lalu klik Activate.
- Buka menu Tools di sidebar kiri, kemudian pilih Redirection.
- Pada layar sambutan pertama (Setup Wizard), Anda dapat mencentang opsi untuk memantau perubahan URL postingan secara otomatis atau membiarkan pengaturan default, lalu klik Continue Setup dan Finish Setup.
Cara Membuat Redirection (301 Redirect) Manual
Pengalihan 301 adalah metode standar permanen untuk memberi tahu Google dan browser bahwa sebuah halaman telah pindah alamat secara permanen. Berikut adalah langkah teknis pembuatannya:
// Contoh struktur URL yang dimasukkan:
Source URL : /kategori-lama/nama-artikel/
Target URL : /kategori-baru/nama-artikel/
- Pada halaman dashboard Redirection, gulir ke bawah hingga menemukan bagian Add new redirection.
- Source URL: Masukkan path URL lama yang ingin dialihkan (cukup masukkan bagian setelah domain, contoh:
/artikel-lama/). - URL Options / Regex: Biarkan tidak dicentang jika ini adalah URL biasa. Centang jika Anda menggunakan ekspresi reguler (Regex).
- Target URL: Masukkan URL tujuan akhir tempat pengunjung akan diarahkan (bisa berupa URL relatif seperti
/artikel-baru/atau URL absolut lengkap sepertihttps://namadomain.com/artikel-baru/). - Klik tombol Add Redirect.
Tabel Parameter Pengaturan Redirection Plugin
Berikut adalah tabel acuan fungsi parameter utama yang tersedia di dalam panel pengaturan Redirection plugin:
| Parameter / Fitur | Fungsi Utama | Rekomendasi Pengaturan |
|---|---|---|
| Source URL | Alamat asal pengunjung sebelum dialihkan. | Gunakan path relatif tanpa nama domain utama. |
| Target URL | Alamat tujuan akhir setelah pengalihan terjadi. | Gunakan URL absolut lengkap (https://...) untuk menghindari error loop. |
| Group | Kategori pengelompokan aturan (Redirections, Apache, WordPress). | Pilih "Redirections" untuk aturan standar berbasis database. |
| URL Options (Gear icon) | Pengaturan lanjutan seperti pencocokan parameter query, abaikan kasus huruf, atau regex. | Sesuaikan dengan kebutuhan spesifik; abaikan jika belum mahir. |
| HTTP Code | Menentukan jenis respons status server (301, 302, 307, 404). | Gunakan 301 (Moved Permanently) untuk kebutuhan SEO jangka panjang. |
Cara Mengatasi Error 404 Menggunakan Log Redirection
Salah satu fitur paling berguna dari plugin ini adalah pencatatan otomatis tautan rusak atau halaman yang menghasilkan error 404.
- Buka menu Tools > Redirection.
- Klik tab 404s di bagian atas menu navigasi plugin.
- Anda akan melihat daftar URL yang sering diakses pengunjung namun menghasilkan error 404 beserta alamat IP dan jumlah aksesnya.
- Arahkan kursor ke salah satu URL error, lalu klik tombol Add redirect di sebelah kanan baris tersebut.
- Tentukan URL tujuan baru yang relevan untuk menyelamatkan trafik dari tautan rusak tersebut.
Tips Troubleshooting Pengaturan Redirection
Jika pengalihan URL tidak berfungsi atau memunculkan masalah di situs WordPress Anda, lakukan pemeriksaan berikut:
- Bersihkan Cache: Hapus cache dari plugin cache (seperti LiteSpeed Cache, WP Rocket) dan cache browser Anda karena sering kali peramban menyimpan memori pengalihan lama.
- Periksa Redirection Loops: Pastikan Anda tidak mengarahkan URL A ke URL B, lalu URL B kembali ke URL A, karena ini akan memicu error "Too many redirects".
- Ubah Metode Pengalihan: Jika menggunakan server Nginx atau Apache, pastikan file konfigurasi server tidak bertentangan dengan aturan plugin. Anda dapat mengubah metode penyimpanan di tab Options plugin Redirection.