Mengembalikan file .shtml (Server Side Includes) yang terhapus dapat dilakukan dengan cepat melalui fitur cPanel File Manager Trash (Sampah), backup hosting otomatis, sistem kontrol versi Git, atau memanfaatkan cache browser dan mesin pencari jika file tersebut belum lama terhapus.
File SHTML adalah halaman web yang menggunakan direktif SSI untuk menyertakan file lain (seperti header atau footer) ke dalam satu halaman. Kehilangan file ini sering kali menyebabkan error 404 atau rusaknya struktur navigasi situs web Anda. Berikut adalah metode pemulihan paling efektif yang dapat langsung Anda terapkan berdasarkan kondisi server Anda.
Metode Pemulihan File SHTML
| Metode Pemulihan | Tingkat Keberhasilan | Waktu Proses | Kondisi Penggunaan |
|---|---|---|---|
| cPanel Trash / Recycle Bin | Sangat Tinggi | 1-2 Menit | File baru saja dihapus dari File Manager tanpa centang 'Skip Trash'. |
| Backup Hosting (JetBackup / cPanel) | Tinggi | 5-10 Menit | Hosting menyediakan fitur snapshot harian atau mingguan. |
| Repository Git (GitHub / GitLab) | Sangat Tinggi | 2-5 Menit | Proyek dikelola menggunakan kontrol versi Git. |
| Google Cache / Wayback Machine | Sedang | 10-15 Menit | File sudah lama terhapus dan tidak ada backup lokal/server. |
1. Restore Melalui cPanel File Manager Trash
Jika Anda menghapus file SHTML melalui File Manager cPanel dan tidak mencentang opsi "Skip the trash can and permanently delete", file tersebut masih tersimpan di direktori sampah sistem.
- Login ke akun cPanel hosting Anda.
- Buka menu File Manager.
- Cari tombol atau folder View Trash di pojok kanan atas dashboard File Manager.
- Cari file SHTML yang terhapus pada direktori
/home/username/.trash. - Klik kanan pada file tersebut, lalu pilih Restore untuk mengembalikannya ke lokasi semula.
2. Menggunakan Fitur Backup Hosting (JetBackup atau cPanel Backup)
Sebagian besar penyedia web hosting modern menyediakan fitur pencadangan otomatis harian atau mingguan yang dapat diakses langsung oleh pengguna.
- Masuk ke cPanel dan cari bagian Files atau JetBackup 5 (tergantung panel hosting Anda).
- Pilih menu File Backups atau Full Account Backups.
- Tentukan tanggal pencadangan (snapshot) sebelum file SHTML tersebut terhapus.
- Pilih direktori tempat file SHTML berada (biasanya di dalam folder
public_html). - Klik tombol Restore Selected Files dan tunggu hingga proses pemulihan selesai.
3. Pemulihan Lewat Repositori Git
Jika Anda menggunakan kontrol versi untuk pengembangan website, Anda dapat mengembalikan file SHTML yang terhapus dengan perintah Git melalui terminal SSH atau Git GUI.
# Memeriksa status file yang terhapus
git status
# Mengembalikan file SHTML spesifik yang terhapus
git checkout HEAD -- nama-file.shtml
# Atau jika ingin melakukan reset dari commit terakhir
git restore nama-file.shtml
4. Mengambil Salinan dari Cache atau Wayback Machine
Jika tidak ada backup sama sekali di server, Anda bisa mencoba menyelamatkan kode sumber HTML/SHTML dari salinan yang tersimpan di mesin pencari.
- Google Cache: Ketik
cache:https://namadomain.com/file.shtmldi bilah pencarian Google untuk melihat versi terakhir halaman yang diindeks. - Wayback Machine: Buka situs
archive.org, masukkan URL halaman SHTML Anda, lalu pilih tanggal terakhir saat halaman tersebut masih aktif untuk menyalin kodenya secara manual.
Troubleshooting Pasca-Restore
Setelah file SHTML berhasil dikembalikan ke direktori aslinya, pastikan untuk memeriksa beberapa hal berikut agar website kembali normal:
- Permission File: Pastikan hak akses (file permission) file SHTML diatur ke
644agar dapat dibaca oleh server web. - Direktif SSI: Jika file menggunakan fungsi
<!--#include virtual="..." -->, pastikan path atau jalur file yang disertakan tidak berubah. - Clear Cache: Bersihkan cache browser dan plugin caching di sisi server (seperti LiteSpeed Cache atau Cloudflare) agar perubahan langsung terlihat oleh pengunjung.