Berdasarkan penelusuran data otentik dari catatan sejarah dan literatur akademis, angka 404 sering kali muncul dalam konteks referensi pustaka, penomoran halaman, serta tahun peristiwa penting seperti masa pemerintahan Raja Persia Artahsasta II. Artikel ini menyajikan rangkuman data historis yang memuat angka tersebut secara akurat.
Referensi Literatur dan Sejarah Terkait Angka 404
Dalam dunia akademis dan penelitian sejarah, angka 404 merujuk pada berbagai dokumen penting, mulai dari kajian tentang Perang Salib, Dinasti Partia, hingga kajian sosiologi politik mengenai fasisme. Berikut adalah tabel rujukan sumber otentik yang memuat angka 404.
| Kategori Topik | Sumber / Tokoh | Keterangan dan Referensi Halaman |
|---|---|---|
| Sejarah Yerusalem | Baudouin IV dari Yerusalem | Dirujuk dalam karya sejarawan Runciman (1989), halaman 404. |
| Imperium Partia | Artahsasta II | Bertakhta pada tahun 404-358 Pramasehi sebagai keturunan wangsa Hakhamanis. |
| Kajian Fasisme | Wolfgang Sauer | Artikel dalam The American Historical Review, Volume 73, Issue #2, halaman 404-424. |
Detail Kontekstual Sumber Otentik
Pemahaman mengenai angka 404 dalam literatur di atas tidak berkaitan dengan gangguan teknis peramban internet, melainkan merujuk pada penomoran halaman literatur ilmiah dan rentang tahun kekuasaan historis:
- Runciman (1989): Membahas catatan krusial mengenai periode kekuasaan di wilayah Latin Yerusalem pada halaman 404.
- Artahsasta II: Memulai masa kepemimpinannya pada tahun 404 SM, sebuah catatan penting dalam kronologi Imperium Partia dan Persia kuno.
- The American Historical Review: Edisi Desember 1967 memuat analisis mendalam mengenai sosialisme nasional dan fasisme mulai dari halaman 404 hingga 424.
Dengan merujuk pada data pustaka di atas, penggunaan angka 404 dalam dokumen ilmiah memiliki akar sejarah yang jelas pada penomoran halaman literatur sejarah dan tahun kekuasaan era kuno.