Transcoding video adalah proses pengalihsandian atau konversi berkas video dari satu format ke format digital lainnya. Operasi paling biasa di dalam aplikasi ini meliputi pengubahan berkas-berkas dengan standar MPEG-2 ke format MPEG-4 yang lebih efisien untuk kebutuhan penyimpanan dan penayangan modern.
Secara teknis, proses ini melibatkan pendekodean (dekode) berkas video sumber ke bentuk aslinya, kemudian melakukan pengkodean ulang (enkode) ke dalam format, ukuran resolusi, atau laju bit (bitrate) yang diinginkan. Hal ini sangat krusial untuk memastikan kompatibilitas pemutaran video di berbagai perangkat keras maupun jaringan internet yang memiliki kapasitas berbeda-beda.
Fungsi dan Penerapan Transcoding
Penerapan teknologi pengalihsandian video mencakup berbagai sektor industri digital, mulai dari penyiaran televisi, layanan streaming, hingga platform seluler. Sebagai contoh, layanan pencarian seluler oneSearch pernah memanfaatkan teknologi mobile content transcoding dari Navarra untuk mengoptimalkan pengiriman konten digital ke perangkat bergerak pengguna.
| Aspek Transcoding | Keterangan Teknis |
|---|---|
| Operasi Umum | Konversi MPEG-2 ke MPEG-4 |
| Tujuan Utama | Penyesuaian format, ukuran, dan kompresi data |
| Metode Waktu | Dapat dilakukan secara luring (offline) maupun waktu-nyata (real-time) |
| Kompatibilitas | Memastikan video dapat diputar di beragam perangkat dan jaringan |
Transcoding Waktu-Nyata (Real-Time)
Selain pemrosesan berkas yang sudah jadi, transcoding waktu-nyata atau real-time transcoding sering digunakan pada siaran langsung (live streaming) atau konferensi video. Proses ini menuntut daya komputasi yang besar agar penyesuaian format video dapat berlangsung secara instan tanpa jeda waktu yang signifikan bagi penonton.